Kualitas Kejujuran Siswa 100 Persen

Selasa, 28 Oktober 2008 | 11:43 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Kualitas kejujuran siswa sekolah membeli di kantin kejujuran memenuhi target 100 persen. Nilai belanja dengan pendapatan hasil penjualan barang seimbang.

Tren positif kualitas kejujuran siswa sekolah itu diketahui pada acara peresmian 617 kantin kejujuran sekolah negeri dan swasta Kota Bekasi, dan Silaturrahmi Kebangsaan Kebangkitan Moral Pemuda Indonesia Delapan Puluh Tahun Sumpah Pemuda, yang dihadiri Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin, di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I, jalan KH. Agus Salim, Kota Bekasi, Selasa (28/10).

Di SMA I, nilai penjualan terakhir, Senin (27/10), sebesar Rp 1.385.000. Sama dengan harga barang yang terjual, di antaranya, makanan ringan, air mineral, dan ice cream. “Perilaku siswa positif,” kata Luthfiana Wardani, pembina kantin kejujuran kepada Tempo.

Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, mengatakan kantin kejujuran dibangun di semua sekolah guna membangun moralitas siswa yang baik. “Tujuan kita menanamkan sikap anti korupsi kepada generasi muda,” kata Mochtar. (Hamluddin)

Bunga Matahari

Senin, 20/04/2009 18:24 WIB

Politik Bunga Matahari
Dody Susanto – detikPemilu

Jakarta – Politik itu sepenuhnya adalah seni. Seni cara mengungkapkan aspirasi, keinginan dan menyatukan aspirasi-aspirasi (orang) lain mejadi satu kesatuan untuk mewujudkan isi dari aspirasi itu. Dalam seni ini sebenarnya lebih menggunakan isnting dari pada logika.

Boleh politik itu didefinisikan sebagai seni untuk mempengaruhi orang lain, seni memimpin dan menguasai, seni mengolah kelemahan menjadi kekuatan, seni meramu informasi setrategis untuk kekuasaan, seni menempa kewaskitaan dalam memimpin, dan seni lain sebagainya. Ada banyak buku mendefisikan politik itu seni anu dan seni itu. Namun, Seni politik itu bahkan lebih bersifat activism, tindakan langsung; bukan pemikiran saja. Walaupun dalam ranah politik pemikiran juga dinilai sebagai tindakan politik manakala disuarakan. Dalam kajian sosio-linguistik pun pemikiran dianggap tindakan, manakala ia telah dibahasakan (disuarakan). Bukannya hanya pikiran yang dipikir-pikir saja. Dalam politik Apa yang menjadi pikiran ya dikerjakan. Apa yang diprogramkan partai ya dikerjakan, tidak hanya berupa macan kertas.

Begitulah seni politik, ketika sudah ditindakkah dan dilakukan baru kemudian muncul ilmunya, turunan metodisnya dan analisis-analisisnya. Tidak mungkin ada analisa politik dari seorang pengamat politik, jika tindakan politik itu sendiri belum ada. Maka dari itu dunia politik adalah dunia kewaskitaan mengolah insting, bukan logika dulu—logika itu baru datang setelahnya. Logika dalam politik hanya sebagai pembetul kedudukan-kedudukan politik dalam sikap politis. Karena politik itu sendiri tujuannya mulia, baik dan benar bagi banyak orang. Politik itu sendiri bersikap luwes, lentur dan mudah diatur—karena tidak bertujuan menciptakan keruwetan-keruwetan (kesulitan) dalam melangkah dan langkah-langkah program partai, misalnya; atau pemerintah dalam contoh sekala luasnya.

Fenomena SBY dan PD

Beberapa hari yang lalu kita sudah menjalani demokrasi elektoral yang dikemas dalam pemilihan caleg dari berbagai partai politik. Fenomena pemilu terbuka, langsung, umum, bebas, jujur, adil dan setara ini benar-benar kita rasakan bersama semenjak pemilu 2004 yang lalu. Pemilu sebelum-belumnya baru LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) saja. Kemudian JURDIL (jujur dan adil), tapi tidak setara. Sebab para caleg ditentukan oleh elit politik partai, atau bahkan pemerintah sendiri setelah dikonsultasikan, bukan rakyat/warga negara secara langsung. Inilah fenomena baik dalam dua pemilu ini yang pantas diembeli ‘satara’. Semua warga berhak memilih dan menentukan sendiri para calon legislatif yang menjadi wakilnya di parlemen. Yang tak lain itu merupakan hak setara dalam sikap politik.

Fenomena yang lebih menarik dari pemilu kedua ialah SBY dan Partai Demokrat. Partai tengah yang berdiri tahun 2001 yang lalu begitu saja muncul sebagai partai besar nasional mendampingi beberapa partai lama lainnya. Alangkah menariknya pula, saat demokrasi elektoral pemilu ini Partai Demokrat mengungguli partai-partai lainnya, dengan kemenangan yang hampir sempurna. Gejala apakah ini?

Susilo Bambang Yudhoyono (yang akrab disapa SBY) menjalani seni politik yang anggun dalam membesarkan partai ini keluar, dan kedalam seraya mendidik kader dengan sikap bernas dalam berpolitik, santun dalam tindakan, jujur dalam mengelola kelemahan dan kekuatan sendiri. Hingga teranglah dalam seni politik ini, SBY lebih menggunakan insting yang intuitif (mendekati sikap wisesa; wasis dan rumangsa kata orang jawa). Kemudian apa yang diterima dirinya melalui insting-intuitif itu dikelola dengan logika dan mesin politik yang benar; yang mampu menyerap semua aspirasi dari segala arah dari segala warna yang berbeda-beda. Kita bisa lihat hal ini dalam program-program politik pemerintah baik dalam kebijakan-kebijakannya ataupun dalam langkah-langkah pendeknya. Memang memesona untuk dilihat, karena ini (tindakan dan sikap politik SBY sebagai representasi pemerintah) adalah cara dan usaha mengatasi tantangan pemerintahan dan ujian politik dari kawan maupun lawan. Kita sebagai warga sekaligus rakyat merasa tepat memiliki pemimpin yang menggunakan “insting lalu logika” ini di kala perubahan arah politik nasional dan global serta kondisi sosial sedemikian rupa. Ingat saat awal SBY memerintah, negeri ini tak sudah-sudahnya dirundung malang dan duka akibat bencana alam dan ulah manusia (beberapa kecelakaan transportasi dan lumpur lapindo). Dan di jelang akhir periodenya dicegat krisis keuangan internasional yang bermula dari AS.

SBY memang punya ide dan cara sendiri untuk mendorong roda pemerintahan. Berbeda dengan pemimpin-pemimpin terdahulu. Sistematika berpikir dapat dijumpai dan diikuti dalam setiap bahasa pembicaraan dan (apalagi) pernyataan-pernyataannya yang bersifat serius. Cara-cara seperti ini tetap dikemukakan, dan dikedepankan di hadapan publik, dalam pergaulan maupun pemerintahan. Sebab itu adalah ukuran-ukuran umum yang dapat diterima semua kalangan. Entoch cara-cara itu berbungkus insting dan intuisi yang kuat. Sehingga bahasa (suara)nya tidak emosionil, gegabah, atau ngawur kata orang jawa. Inilah ilmu politik atau seni politik Bunga Matahari a la SBY.

Politik Bunga Matahari

Inspirasi Bunga Matahari seakan menjadi idiomatika tindakan dan sikap politik SBY,—Bunga Matahari ini murni peristilah yang dipakai penulis untuk penyederhanaan penggambaran sikap dan tindakan politik itu. Bagaimana peta situasi politik dan keteladanan SBY mengelola figuritas dengan tepat dan benar dalam situasi kepemimpinan politik dalam partai dan pemerintahan mengarah pada satu pola kepemimpinan—yang tegas, berpikir jernih di tengah kekeruhan suasana, bernas, jujur pada kemampuan dan kelemahan (yang berbalik menjadi kekuatan), tidak tergesa dalam sikap dan menerima perubahan dengan cepat. Figuritas ini berbanding lurus dengan sikap politik partai yang tidak menggunakan ‘aji mumpung’.

Politik Bunga Matahari ialah bersikap aspiratif terhadap datangnya tuntutan-tuntutan mendesak, yang bersifat aksidental (seperti akibat bencana) atau permanental; seperti kebijakan-kebijakan pro-rakyat, manakala melihat kondisi sosial ekonomi rakyat tergerus oleh krisis keuangan internasional. Kebijakan-kebijakan pro-rakyat itu antar alain: PNPM, BOS, Raskin, BLT, KUR, dll. Sebagai mana bunga matahari ia selalu menghadapkan diri ke arah sumber cahaya untuk menyerapnya sebagai proses fotosintesis, dimana ini berarti menyikapi keadaan dan meramu kekuatan dan kelemahan menjadi satu tindakan solutif demi kebaikan bagi banyak pihak. Beginilah kepemimpinan dalam kondisi krisis dan tantangan yang bertubi datang silih berganti. Itulah pula siasat yang dalam arti lainnya adalah politik untuk menghadirkan cara-cara dan usaha yang mudah dan memudahkan meraih kesejahteraan bagi rakyat.

Politik Bunga Matahari adalah bagaimana memerankan fungsi sensor cahaya untuk menangkap pesan kehidupan, untuk meramu kelemahan dan kekuatan menjadi kemampuan memecahkan masalah, dan memimpin dengan budi pekerti. Ini insting politik yang dimainkan oleh SBY, saya kira. Dimana setiap ‘pekerjaan politik’ tidak menunggu ditunda untuk dilaksanakan. Sehingga wajarlah menemukan semboyannya dengan satu kata “Lanjutkan!”. Begitulah kerja politik bersinambung demi kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

*Penulis adalah pengamat sosial-budaya

Peran Karang Taruna dalam Revitalisasi Pertanian

Peran Karang Taruna dalam Revitalisasi Pertanian
Kamis, 21 Februari 2008
sumber: http://www.ipb.ac.id/id/?b=601

Sudah saatnya mendayagunakan potensi karang taruna di seluruh Indonesia dengan mendekatkan dengan kalangan cendekia agar potensi terapresiasi optimal. “Kaum muda memiliki fenomena-fenomena karakter positif yang bisa dialirkan dalam gerakan sosial, dan menjadi mata rantai siklus yang tetap dalam perubahan masyarakat,” kata Ketua Umum, Dr.Dody Susanto, S.H, M.Si dalam sambutannya pada Acara Temu Nasional Pertanian Karang Taruna Kamis (21/2) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga.

IPB memilili peran penting dalam memberi warna dan perubahan orientasi pertanian nasional. Tugas IPB menanamkan kecintaan terhadap dunia pertanian pada kawula muda, apalagi pekerjaan petani sebenarnya pekerjaan mulia. Karang Taruna bersama IPB dan pemerintah daerah bahu membahu memperbaiki pertanian nasional, ” Dengan keterbatasan yang kita sekarang ini, hendaknya tidak menyurutkan sumbasih kita pada pertanian,” ujar Dody. Oleh karena itu, Dody menyeru pada kawula muda yang tergabung dalam Karang Taruna untuk menjadikan Temu Nasional Pertanian ini sebagai moment penting dalam membentuk gerakan revitalisasi pertanian nasional.

Rektor IPB, Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc menjelaskan presentasi peran pemuda dalam pembangunan pertanian. “Karang Taruna bisa menyatukan potensi-potensi pertanian yang terserak di Indonesia dan membantu memecahkan masalah pertanian nasional.” Ketergantungan produk pertanian impor, pengangguran dan mewujudkan kemandirian pangan adalah tugas bersama komponen bangsa terutama pemudanya. Salah satu peran pemuda adalah menguasai teknologi di bidang pertanian yang diantaranya telah diteliti IPB kemudian menyebarkan ke masyarakat.

Usai sambutan, dilanjutkan sharing potensi daerah dengan menghadirkan Bupati Mandailing, H.Amru Daulai, Walikota Pariaman, Ir.H.Mahyudin M, Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr.Syafrial, M.Si, Bupati Lampung Barat, Drs.H.Muklis Basri dan Bapenda Kalimantan Tengah, Ir. Syahrin Daulai. Acara sharing ini dimoderatori Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama, Dr. Ir.H. Anas Miftah Fauzi. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan Memorendum of Understanding (MoU) antara IPB dan Karang Taruna tentang Pendayagunaan Sumberdaya Manusia Pertanian.

Peresmian Sekolah Terbuka Pancasila

MA terus menerus kurangi penumpukan perkara.


“kita akan terus berusaha transparan dalam reformasi birokrasi dan akan berupaya keras mengikis perkara yang masuk sekarang ini”


Image

Mahkamah Agung sekarang ini sedang bekerja keras menyelesaikan semua perkara yang masuk. MA tidak ingin dikatakan oleh masyarakat umum sebagai lembaga peradilan yang suka menumpuk perkara.

Ketu MA, Bagir Manan mengatakan hal tersebut dalam pidatonya pada peringatan seabad hari Kebangkitan Nasioanal sekaligus acara peresmian Sekolah Terbuka Pancasila di ruang Kusumah Atmadja, gedung MA, Kamis pukul 09.00 siang tadi. (15/04).

Image


“Untuk menjadikan generasi muda kita maju, kita giatkan lagi minat baca mereka, entah buku apa saja” jelas Bagir Manan dalam pidato sambutannya.

Bagir mengatakan bahwa selama ini banyak surat aduan dari masyarakat yang masuk ke meja kerjanya, diantara isinya antara lain meminta agar lembaga yang dipimpinnya segera menyelesaikan semua perkara yang masuk.

Untuk itu pihaknya kini sedang berbenah untuk menepis anggapan seperti itu dan anggapan masyarakat yang mengatakan bahwa MA kurang transparan dalam hal reformasi birokrasi. “Saya dan segenap pimpinan MA yang lain sedang bekerja keras menyelesaikan perkara yang masuk, sehingga kami sekarang ini susah ditemui” jelasnya.

Itulah yang menjadikan salah satu alasan mengapa peresmian Sekolah Terbuka Pancasila diresmikan oleh ketua MA di kantornnya.

“Secara subyektif memang kita ada kedekatan dengan Karang Taruna akan tetapi alasan lain dari peresmian yang diadakan di kantor MA karena pimpinan MA akhir-akhir ini sedang sibuk menyelesaikan perkara yang masuk” ungkapnya.

Acara peringatan seabad hari Kebangkitan Nasional kali ini selain dihadiri dari unsur pimpinan dan para pejabat MA, juga dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Agung, Gubernur Sulawesi Utara dan perwakilan dari anggota karang Taruna Nasional.

Sekolah Terbuka Pancasila merupakan sekolah yang dikelola Karang Taruna Nasional pimpinan Dody Susanto. Dody menjelaskan mengenai alasan mengapa didirikannya sekolah ini, ia mengatakan bahwa ini adalah bentuk dari salah satu Visi dari Karang Taruna yang dipimpinnya yaitu ikut mencerdaskan anak-anak bangsa.

”Di acara peringatan seabad hari Kebangkitan Nasional ini, kita ingin meningkatkan lagi semangat para anak-anak bangsa ini untuk giat belajar dan tentunya tetap berpegang pada Ideologi bangsa Indonesia, Pancasila” paparnya.

Image


Ketua MA, Bagir Manan menandatangani batu prasasti tanda diresmikannya Sekolah Terbuka Pancasila yang dikelola oleh Karang Taruna Nasional.

Sungguh sangat memprihatinkan, Pancasila sekarang ini telah dilupakan oleh generasi muda bangsa ini.

Dody merasa sedih dan sangat prihatin kepada nasib generasi muda bangsa Indonesia sekarang ini. Di era moderenisasi, para generasi muda sudah tidak lagi ingat lagi bagaimana para pejuang kita dulu berperang melawan penjajah demi memperoleh kemerdekaan.

Mereka lebih suka memakai dan memanfaatkan produk maupun segala sesuatu yang berbau barat.Yang lebih menyedihkan lagi, para generasi muda sekarang ini sudah tidak lagi mengamalkan apa yang tertulis dalam butir-butir Pancasila.

“Kita ini bangsa yang besar, akan tetapi kita melupakan darimana kita mendapatkan semua itu” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur perdata TUN, Kejaksaan Agung, mengatakan bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia bangun dari segala keterpurukan dan perpecahan yang mengancam keutuhan negara NKRI.

Kita pastinya masih ingat tahun 1908, seratus tahun silam tepatnya tanggal 20 Mei, dimana para pemuda pejuang bangsa kita dulu mendirikan organisasi Budi Utomo yang menjadi tonggak berdirinya Kebangkitan Nasional.

“Untuk itu marilah mulai sekarang kita satukan lagi Visi dan Misi bangsa Indonesia ini dan kita benahi dan jadikan negara tercinta kita ini sejajar dengan negara lain” tegasnya.

Negara Bangkrut bila Rakyat Tak Jujur

BBERITA UTAMA

16 Oktober 2008
Negara Bangkrut bila Rakyat Tak Jujur

SM/dok Hendarman

APA jadinya bila dalam sebuah kantin, pembelinya berlaku tidak jujur, curang, dengan membayar tidak semestinya? Pasti tinggal menunggu bangkrut atau gulung tikar. Alih-alih menuai keuntungan dan berkembang. Begitulah nasib kantin naas, bila kekayaan yang dimilikinya terus digerogoti oleh para pembelinya.

Bila kantin dianalogikan sebuah negara, dan masyarakat adalah pembelinya, nasib yang sama akan menimpa negara yang tidak beruntung itu. Kejujuran warga negara adalah sesuatu yang mutlak diperlukan guna kelangsungan negara. Pasalnya, sikap tidak jujur memicu sikap yang koruptif, menggerogoti keuangan negara.

Demikian analogi bijak yang dikemukakan Jaksa Agung Hendarman Supandji, ketika meresmikan warung kejujuran ke-1.000 di SMA Negeri 42 Jakarta, Rabu (15/10). Seperti layaknya warung kejujuran lainnya di seluruh Indonesia, setiap pembeli dapat mengambil sendiri barang yang diinginkannya, kemudian membayar, dan dapat mengambil kembalian sendiri. Itu semua dilakukan tanpa diawasi seorang pun.

Warung kejujuran merupakan sarana yang sangat penting untuk menanamkan sifat-sifat luhur itu sejak dini. Begitulah Hendarman memandang penting, kantin kejujuran yang mungkin dinilainya dapat membangun karakter dan budaya malu generasi muda. ’’Kasus korupsi itu karena sifat-sifat tidak jujur dalam oknum-oknum pemerintah dan swasta. Kalau sifat tidak jujur yang berubah koruptif merajalela, maka negara tidak bisa berkembang dan membangun,’’ ujarnya.

Tentu saja, asa besar dan mulia itu tidak dapat lantas dibebankan kepada kantin-kantin kejujuran se-Indonesia. Hal itu pula yang diakui Hendarman. Dalam pemberantasan korupsi, menurutnya, terdapat tiga strategi, yakni preventif, represif, dan edukatif. Langkah edukatif seperti menumbuhkembangkan kantin kejujuran, tentu harus dibarengi oleh langkah pencegahan dan penindakan korupsi. ’’Ini sesuai Pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2004, yang mengatur kewajiban kejaksaan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,’’ terang alumnus Fakultas Hukum Undip itu.

Walaupun terkesan sederhana, jangan ragukan peranan kantin-kantin kejujuran dalam menumbuhkembangkan budaya jujur dan malu. Hendarman menerangkan, dari 1.000 kantin kejujuran yang telah diresmikannya, sesuai laporan, hanya dua yang bangkrut. Satu di sebuah sekolah di Medan, satu lagi di Bandung. Bisa jadi laporan itu tidak akurat, namun di tengah langkanya budaya malu para penyelenggara negara, kita patut mengapresiasi prestasi tersebut.

Bupati Demak Tafta Zani yang turut hadir dalam peresmian kantin kejujuran ke-1.000 tersebut, mengaku sedang merintis kantin kejujuran yang sama di Kota Wali. Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menyatakan akan memerintahkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar terus menambah kantin kejujuran di ibu kota.

’’Saat ini, di Jakarta baru ada di 36 sekolah. Saya prihatin kalau hanya segitu jumlahnya. Nanti Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan saya perintahkan membuat format warung kejujuran yang lebih banyak lagi,’’ kata Prijanto.

Sementara Ketua Umum Karang Taruna Nasional Dodi Susanto menyatakan, konsep warung kejujuran di Indonesia akan ditiru oleh negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Guna memperkuat sindrom kantin kejujuran, bersama Jaksa Agung, dirinya pun meluncurkan situs, http://www.kantinkejujuran.org dan http://www.kantin-kejujuran.com. (Wahyu Wijayanto-62)

“Kantin Kejujuran” ke-1000 Diresmikan

“Kantin Kejujuran” ke-1000 Diresmikan

Suara Karya – JAKARTA (Suara Karya): Jaksa Agung, Hendarman Supandji, meresmikan “Kantin Kejujuran” ke-1000 di SMA Negeri 42, Jakarta Timur, Rabu. Dalam acara itu, Jaksa Agung mengatakan keberadaan kantin kejujuran itu tidak lain untuk memupuk sifat jujur dan mengembangkan budaya malu pada diri siswa-siswi.

“Kantin kejujuran untuk memupuk sifat jujur pada diri siswa,” katanya di sekolah yang berada di kompleks Pelabuhan Udara Halim Perdanakusuma.Ia mengatakan pendidikan kejujuran itu harus melalui proses, yakni, dilatih sejak dini. “Kantin kejujuran merupakan langkah awal pelajaran sejak dini untuk menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Dalam acara itu juga, Jaksa Agung mencanangkan Gerakan Aksi Langsung Anti-Korupsi Sejak Dini (Galaksi). Selain di Indonesia, kantin kejujuran juga akan dibuka di 4 negara ASEAN. Kantin itu akan dibuka menjelang Hari Antikorupsi se-Dunia. “Kita melakukan kerja sama dengan beberapa negara, antara lain Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina untuk membuka warung kejujuran di negara-negara itu,” ujar Hendarman Supandji. Kantin kejujuran di empat negara ini, imbuh dia, akan diresmikan tanggal 8 Desember 2008, sebelum Hari Antikorupsi se-Dunia 9 Desember 2008. “Ini adalah salah satu upaya untuk membentuk watak kejujuran sejak dini karena ditengarai korupsi telah meningkat. Dengan demikian pemberantasan korupsi merupakan upaya yang efektif terutama bagi siswa-siswi SMA yang akan menjadi penerus,” tandas Hendarman.

Pada Kesempatan yang sama Jaksa Agung bersama Dr. Dody Sutanto MSi ketua Karang Taruna Nasional Meresmikan Website Kantin Kejujuran dengan alamat kantinkejujuran.org

Kantin Kejujuran Sekolah Dapat MURI

Selasa, 28 Oktober 2008 | 13:08 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Museum Rekor Indonesia memberi penghargaan kepada Pemerintah Kota Bekasi lantaran sukses mendirikan kantin kejujuran terbanyak di seluruh Indonesia, yakni di 617 tempat. Kantin itu tersebar di sekolah dasar, sekolah menangah pertama, dan sekolah menengah atas negeri maupun swasta.

Rekor itu diserahkan Yusuf Gadri, Representatif MURI, kepada Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad, pada acara peresmian kantin kejujuran dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, di SMA Negeri 1, Kota Bekasi, hari ini. Kriteria pemberian gelar, “Kota Bekasi superlatif, paling banyak kantin kejujurannya,” kata Yusuf kepada wartawan.

Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, menyambut gembira penghargaan tersebut. Dia berjanji, pihaknya komitmen mengoptimalkan kantin kejujuran sebagai sarana mendidik siswa sekolah tidak melakukan perbuatan korupsi. (Hamluddin)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.