MA terus menerus kurangi penumpukan perkara.
“kita akan terus berusaha transparan dalam reformasi birokrasi dan akan berupaya keras mengikis perkara yang masuk sekarang ini”
Mahkamah Agung sekarang ini sedang bekerja keras menyelesaikan semua perkara yang masuk. MA tidak ingin dikatakan oleh masyarakat umum sebagai lembaga peradilan yang suka menumpuk perkara.
Ketu MA, Bagir Manan mengatakan hal tersebut dalam pidatonya pada peringatan seabad hari Kebangkitan Nasioanal sekaligus acara peresmian Sekolah Terbuka Pancasila di ruang Kusumah Atmadja, gedung MA, Kamis pukul 09.00 siang tadi. (15/04).
“Untuk menjadikan generasi muda kita maju, kita giatkan lagi minat baca mereka, entah buku apa saja” jelas Bagir Manan dalam pidato sambutannya.
Untuk itu pihaknya kini sedang berbenah untuk menepis anggapan seperti itu dan anggapan masyarakat yang mengatakan bahwa MA kurang transparan dalam hal reformasi birokrasi. “Saya dan segenap pimpinan MA yang lain sedang bekerja keras menyelesaikan perkara yang masuk, sehingga kami sekarang ini susah ditemui” jelasnya.
Itulah yang menjadikan salah satu alasan mengapa peresmian Sekolah Terbuka Pancasila diresmikan oleh ketua MA di kantornnya.
“Secara subyektif memang kita ada kedekatan dengan Karang Taruna akan tetapi alasan lain dari peresmian yang diadakan di kantor MA karena pimpinan MA akhir-akhir ini sedang sibuk menyelesaikan perkara yang masuk” ungkapnya.
Acara peringatan seabad hari Kebangkitan Nasional kali ini selain dihadiri dari unsur pimpinan dan para pejabat MA, juga dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Agung, Gubernur Sulawesi Utara dan perwakilan dari anggota karang Taruna Nasional.
Sekolah Terbuka Pancasila merupakan sekolah yang dikelola Karang Taruna Nasional pimpinan Dody Susanto. Dody menjelaskan mengenai alasan mengapa didirikannya sekolah ini, ia mengatakan bahwa ini adalah bentuk dari salah satu Visi dari Karang Taruna yang dipimpinnya yaitu ikut mencerdaskan anak-anak bangsa.
”Di acara peringatan seabad hari Kebangkitan Nasional ini, kita ingin meningkatkan lagi semangat para anak-anak bangsa ini untuk giat belajar dan tentunya tetap berpegang pada Ideologi bangsa Indonesia, Pancasila” paparnya.
Ketua MA, Bagir Manan menandatangani batu prasasti tanda diresmikannya Sekolah Terbuka Pancasila yang dikelola oleh Karang Taruna Nasional.
Dody merasa sedih dan sangat prihatin kepada nasib generasi muda bangsa Indonesia sekarang ini. Di era moderenisasi, para generasi muda sudah tidak lagi ingat lagi bagaimana para pejuang kita dulu berperang melawan penjajah demi memperoleh kemerdekaan.
Mereka lebih suka memakai dan memanfaatkan produk maupun segala sesuatu yang berbau barat.Yang lebih menyedihkan lagi, para generasi muda sekarang ini sudah tidak lagi mengamalkan apa yang tertulis dalam butir-butir Pancasila.
“Kita ini bangsa yang besar, akan tetapi kita melupakan darimana kita mendapatkan semua itu” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur perdata TUN, Kejaksaan Agung, mengatakan bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia bangun dari segala keterpurukan dan perpecahan yang mengancam keutuhan negara NKRI.
Kita pastinya masih ingat tahun 1908, seratus tahun silam tepatnya tanggal 20 Mei, dimana para pemuda pejuang bangsa kita dulu mendirikan organisasi Budi Utomo yang menjadi tonggak berdirinya Kebangkitan Nasional.
“Untuk itu marilah mulai sekarang kita satukan lagi Visi dan Misi bangsa Indonesia ini dan kita benahi dan jadikan negara tercinta kita ini sejajar dengan negara lain” tegasnya.

